Jumat, 23 Agustus 2019

TUGAS 9 MANAJEMEN KELAS DI SD

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR DI KELAS

A. Faktor yang mempengaruhi belajar
                Belajar proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan kemampuan-kemampuan yang lain. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang berasal dari luar individu. Kedua faktor tersebut dapat saja menjadi penghambat ataupun pendukung belajar siswa. Faktor intern yaitu mengenai faktor non intelektif siswa. Faktor non intelektif merupakan unsur kepribadian tertentu berupa minat, motivasi, perhatian, sikap, kebiasaan (Riyani, 2012). Lebih jelasnya kondisi-kondisi tersebut dapat dilihat di bawah ini;
1. Jasmaniah; Faktor-faktor kesehatanatau kelainan fungsi pada tubuh jasmaniah siswa akan memberikan pengaruh terhadap kegiatan belajar yang diikutinya.

2. Psikologis ; Intelegensi, perhatian, minat bakat, motif, kematangan, kesiapan

3. Kelelahan ; Kelelahan baik jasmaniah maupun rihanian akan memberikan pengaruh buruk terhadap proses dan hasil belajar anak.

Faktor- faktor yang yang mempengaruhi belajar digolongkan menjadi dua golongan, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern merupakan faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar individu (Slameto, 2003). Hasil belajar dapat menjadi baik apabila siswa memiliki perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya, jika bahan pelajaran tidak menjadi perhatian siswa, maka akan timbul kebosanan, sehingga siswa tidak mau lagi belajar

B. Mengatur kondisi kelas dan iklim               belajar siswa 

1. Mengatur kondisi kelas 

a. Kondisi Fisik
1) Lingkungan fisik tempat belajar memberikan pengaruh terhadap hasil bejar anak. Guru harus dapat menciptakan lingkungan yang membantu perkembanganpendidikan peserta didik.

2) Ruang tempat berlangsungnya pembelajaran ; Ruang Kelas, Ruang Laboratorium, Ruang Serbaguna/Aula.

3) Pengaturan tempat duduk ; Pola berderet atau berbaris-belajar, Pola susun berkelompok, Pola formasi tapal kuda, Pola lingkaran atau persegi.

4) Ventilasi dan pengaturan cahaya.Pengaturan penyimpanan barang-barang

b. Kondisi Sosio Emosional
    Kondisi sosio-emosional akan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses belajar mengajar, kegairahan siswa dan efektivitas tercapainya tujuan pengajaran.

1) Tipe kepemimpinan guru, artinya adalah fungsi yang melakat pada guru ketika berada dalam kelas.
2) Sikap guru, sikap yang diperlihatkan oleh guru di depan kelas atau di luar kelas yang akan mempengaruhi mod anak,
3) Pembinaan hubungan baik, hubungan antara guru dengan murid harus dibangun berdasarkan fungsi masing-masing dalam konteks belajar mengajar dikelas.

c. Kondisi Organisasional
             Kegiatan rutin secara organisasional dilakukan baik tingkat kelas maupun tingkat sekolah akan mencegah timbulnya masalah dalam pengelolaan kelas.
1) Pergantian pelajaran, ketika terjadi penggantian dalam pelajaran harus disikapi oleh guru karena dalam proses ini ada jeda (kekosongan) yang memungkinkan terjadinya interaksi yang tidak diharapkan dari siswa dengan siswa lainnya.
2) Guru berhalangan hadir, guru yang berhalangan hadir akan menyebabkan terjadinya kekosongan dalam proses belajar mengajar, maka guru piket harus paham apa yang terjadi dan mempersiapkan diri untuk menggantikan guru itu.
3) Masalah antar siswa, masalah antar siswa biasanya terjadi karena kondisi emosional yang tidak terkendali dan tidak terorganisasikan oleh guru.
4) Upacara bendera, pada saat upacara bendera siswa harus diorganisasikan berdasarkan tingkatan kelas sehingga mereka dapat tertib mengikuti kegiatan upacara bendera.
5) Kegiatan lain ; kesehatan dan kehadiran siswa, penyampaian informasi dari sekolah kepada guru dan siswa, peraturan sekolah yang baru, kegiatan rekreasi dan social.

d. Kondisi Administrasi
        Teknik Kondisi administrasi teknik akan turut mempengaruhi manajemen pembelajaran di dalam kelas.
1) Daftar presensi, kerapihan, kebersihan dan keteraturan daftar presensi akan memberikan dukungan terhadap proses pembelajaran yang dilakukan. Keterdukungan dari sisi keteraturan dalam presensi akan memberikan efek psikologis terhadap siswa karena terjadi keadilan dalam perlakuan.
2) Ruang bimbingan siswa, ruang bimbingan siswa diarahkan untuk memberikan bantuan pada siswa yang secara emosional memiliki masalah. Hal terpenting dari ruang bimbingan adalah bagaimana ruang tersebut tidak menimbulkan ketakutan ketika harus berhubungan dengan guru disana.
3) Tempat baca, tempat baca merupakan bagian dari fasilitas yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi dengan kawan-kawannya, dengan fasilitas dan guru.
4) Tempat sampah, tempat sampah yang bersih ditempatkan di tempat yang tepat dan tidak menggangu kegiatan belajar maupun bermain siswa, akan memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran di kelas. Bau sampah, berserakan dimana-mana, siswa tidak mengetahui tempat penyimpanan sampah atau karena tidak ada tempat sampah akan berakibat buruk pada kondisi sosio-emosional dan fisik siswa.
5) Catatan pribadi siswa, catatan pribadi adalah alat berinteraksi guru dengan siswanya. Perlakuan-perlakuan khusus yang dibutuhkan untuk masing-masing siswa dapat dilihat dari catatan-catatan tentang siswa.

2. Iklim belajar siswa
            Tohirin (2006:127) membagi faktor-faktor yang mempengaruhi belajar menjadi dua aspek, yakni:

1. Aspek Fisiologis Aspek fisiologis meliputi keadaan atau kondisi umum jasmani seseorang. Berkaitan dengan ini, kondisi organorgan khusus seperti tingkat kesehatan pendengaran, penglihatan juga sangat mempengaruhi siswa dalam menyerap informasi atau pelajaran.

2. Aspek Psikologis Aspek psikologis meliputi tingkat kecerdasan/ intelegensi, sikap siswa, bakat siswa, minat siswa, motivasi, perhatian, kematangan dan kesiapan.
      Sedangkan Hoy dan Miskell mengatakan Iklim kelas merupakan kualitas dari lingkungan kelas yang terus menerus dialami guru-guru, mempengaruhi tingkah laku, dan berdasar pada persepsi kolektif tingkah laku mereka. Istilah iklim seperti halnya kepribadian dalam pada manusia. Masing-masing kelas memiliki ciri (kepribadian) yang tidak sama dengan kelas-kelas lain, meskipun keadan fisik dan bentuk arsitektur kelas-kelas tersebut sama. Mooses juga menambahkan bahwa iklim kelas seperti halnya manusia, ada yang sangat berorientasi pada tugas, demokrasi, formal , terbuka, atau tertutup diperoleh dari suasana kelas yang demokratis ini adalah tumbuhnya.



C. Kondisi yang mempengaruhi iklim             belajar

1. Kondisi internal

     Yaitu suatu kondisi yang berasal dari dalam dirinya sendiri. Bagaimana keaadaan diri nya. Yang mempengaruhi mau tidak maunya dia belajar berasal dalam dirinya sendiri. Contohnya, niat nya mau berangkat pagi ke sekolah, agar bisa bangun cepat dia tentunya cepat tidur, tidak tidur tengah malam, agar nantinya tidak susah bangun pagi, tapi di saat mau tidur, bukak hp dulu, nonton dulu, dan akhirnya tidak jadi tidur cepat, dan niat awalnya mau bangun pagi agar tidak telat, gagal, Karena tidur sudah lewat tengah malam. Hal ini lah yang mempengaruhi salah satu dari iklim belajar.

2. Kondisi eksternal
          Yaitu faktor yang berasal dari luar diri nya sendiri. Iklim atau kondisi dia belajar di oleh orang orang luar atau dari lingkungan sekitarnya. Orang orang yang mempengaruhinnya dapat seperti teman.

         Banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam menciptakan iklim kelas yang berkualitas dan kondusif guna meningkatkan prestasi belajar siswa.
   Adapun beberapa faktor yang perlu diperhatikan tersebut antara lain, yaitu:
a.pendekatan pembelajaran hendaknya berorientasi pada bagaimana siswa belajar (student centered)

b.adanya penghargaan guru terhadap partisipasi aktif siswa dalam setiap konteks pembelajaran.

c.guru hendaknya bersikap demokratis dalam memanag kegiatan pembelajaran.

d. setiap permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran sebaiknya dibahas secara dialogis.

e.lingkungan kelas sebaiknya disetting sedemikian rupa sehingga memotivasi belajar siswa dan mendorong terjadinya proses  pembelajaran.

f.menyediakan berbagai jenis sumber belajar atau informasi yang berkaitan dengan berbagai sumber belajar yang dapat diakses atau dipelajari siswa dengan cepat



DAFTAR PUSTAKA


Novan Ardy Wiyani, 2013 Manajemen Kelas. Yogyakarta: Ar-ruz Media

Tarmidi, 2006. Iklim kelas dan prestasi belajar, Sumatera Utara : FKUA Universitas.t

12 komentar: