Rabu, 31 Juli 2019


                  A.  PENGERTIAN MANAJEMEN KELAS
            Secara terminologi, manajemen kelas berasal dari dua kata, yaitu: manajemen dan kelas, yang berarti pengaturan ruang kelas. Sementara itu menurut istilah, Syaiful Bahri Djamarah mendefinisikan manajemen Kelas sebagai suatu upaya memberdayakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran.
            Selain itu, menurut Jamil Suprihatiningrum, manajemen Kelas adalah upaya yang dilakukan pendidik untuk mewujudkan atmosfer pembelajaran yang optimal.
            Kegiatan guru didalam kelas meliputi 2 hal pokok yakni: mengajar dan mengelola kelas, kegiatan mengajar dimaksudkan secara langsung untuk menggiatkan siswa untuk mencapai tujuan seperti menelaah kebutuhan siswa, menyusun rencana pembelajaran, menyajikan bahan pelajaran, mengajukan pertanyaan kepada siswa, memberi penilaian kepada siswa mengenai kemajuannya adalah contoh-contoh dari kegiatan mengajar. Sedangkan mengelola kelas diharapkan agar menciptakan dan mempertahankan suasana pelajaran menjadi efektif dan efisien.
            Efektivitas dan efesiensi harus sejak awal ditetapkan agar dapat diketahui dampaknya sejak dini terhadap pencapaian tujuan pendidikan pada umumnya. Dengan demikian, sejak awal dapat diperbaiki kelemahan-kelemahan atau kekurangannya. Membahas tentang alasan-alasan penyebab perilaku negatif siswa yang sering kita lihat terjadi didalam kelas.  Apapun alasan penyebabnya adalah bagaimana perilaku mengajar dan pemahaman kita mengenai disiplin dalam membangun tindakan pencegahan.  Seorang pengajar memberikan pilihan, meminta masukan atau pendapat siswa  khususnya pada area-area yang biasa membuat siswa menantang dan melawan hal tersebut tampaknya sepele namun sangat menentukan.
            Manajemen dari kata “ Management “. Diterjemahkan pula menjadi pengelolaan, berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Sedangkan pengelolaan adalah proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan dan pencapaian tujuan. Maksud manajemen kelas adalah mengacu kepada penciptaan suasana atau kondisi kelas yang memungkinkan siswa dalam kelas tersebut dapat belajar dengan efektif.
            Terdapat beberapa defenisi tentang manajemen kelas berikut ini:
1.      Berdasarkan Konsepsi Lama Dan Modern
      Menurut konsepsi lama, manajemen kelas diartikan sebagai upaya mempertahankan ketertiban kelas. Menurut konsepsi modern manajemen kelas adalah proses seleksi yang menggunakan alat yang tetap terhadap problem dan situasi manajemen kelas.

2.      Berdasarkan Pandangan Pendekatan Operasional Tertentu
a.    Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalui penggunaan disiplin (Pendekatan Otoriter).
b.   Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalui intimidasi (Pendekatan Intimidasi).
c. Seperangkat kegiatan guru untuk memaksimalkan kebebasan siswa (Pendekatan Permisif).
d. Seperangkat kegiatan guru menciptakan suasana kelas dengan cara mengikuti petunjuk/resep yang telah disajikan (Pendekatan Masak).
e.   Seperangkat kegiataan guru untuk menciptakan suasana kelas yang efektif melalui perencanaan pembelajaran yang bermutu dan dilaksanakan dengan baik (Pendekatan Instruksional).
f.   Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik yang diinginkan dengan mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan (Pendekatan Pengubahan Tingkah Laku).
g.     Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersional yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif (Pendekatan Penciptaan Iklim Sosioemosional).
h.     Seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif (Pendekatan Sistem Sosial).


                     B.  TUJUAN MANAJEMEN KELAS
            Suharsimi Arikunto (2004), berpendapat bahwa tujuan manajemen kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat belajar dengan tertib sehingga tujuan pengajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien. Untuk lebih jelasnya Arikunto menjelaskan rincian tujuan manajemen kelas, seperti berikut ini :
a.   Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, bai sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
b. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
c. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan social, emosional dan intelektual siswa dalam kelas.
d.   Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.

                  C.  PROSES MANAJEMEN KELAS
            Proses Manajemen Kelas
1.      Merumuskan Kondisi Kelas Yang di Kehendaki
      Manajemen kelas adalah proses yang bertujuan, yaitu guru menggunakan berbagai strategi manajerial untuk mencapai tujuan yang telah di rumuskan dan di identifikasi dengan baik. Oleh karena itu, tahap pertama yang harus dilakukanguru ialah merumuskan spesifikasi kondisi kelas yang dikehendaki, sebagai suatu kondisi ideal. Untuk itu seorang guru perlu memiliki konsep yang jelas tentang kondisi.

2.      Menganalisis Kondisi Kelas Yang Ada Pada Saat Ini
      Kondisi kelas aktual adalah kondisi pada saat ini. Analisis kondisi kelas pada saat ini penting dilakukan untuk dibandingkan dengan kondisi ideal yang telah dirumuskan pada tahap satu.

      Analisis macam ini akan membantu guru untuk mengidentifikasi hal-hal berikut:
a.       Kesenjangan antara kondisi nyata dengan kondisi ideal, dan menetapkan hal-hal yang segera memerlukan perhatian.
b.      Masalah-masalah potensial yang bisa muncul sekiranya guru tidak berhasil mencegahnya.
c.       Kondisi nyata yang perlu dipelihara, ditingkatan, dan dipertahankan karena merupakan kondisi yang dikehendaki.

3.      Memilih dan Mneggunakan Strategi Manajerial
      Setelah mengidentifikasi kesenjangan kondisi aktual dengan kondisi deal yang dirumuskan dalam masalah manajerial, langkah berikut adalah memilih dan menggunakan strategi yang akan dilakukan untuk menjembatani kesenjangan tersebut atau memecahkan masalah, mencegah timbulnya masalah, dan memelihara kondisi positif yang telah terjadi. Guru dapat memilih lebih dari satu pendekatan manajerial di dalam mengembangkan kondisi kelas yang mendukung proses pembelajaran yang efektif.

4.      Menilai Efektivitas Manajerial
      Pada tahap keempat ini guru bernilai upayanya sendiri. Sampai dimana upaya yang dilakukan itu dalam mengembangkan dan memelihara kondisi yang dikehendaki, serta sampai dimana upaya itu dapat mempersempit kesenjangan antara kondisi aktual dengan kondisi ideal. Penilaian ini difokuskan kepada dua perangkat perilaku, yaitu perilaku guru dan perilaku peserta didik. Dalam hal pertama guru menilai sampai dimana perilaku dan strategi manajerial yang digunakan dapat menumbuhkan kondisi yang dikehendaki. Dan dalam hal kedua, guru menilai sampai dimana para peserta didik berperilaku sesuai dengan cara-cara dikehendaki. Untuk keprluan penilaian yang dimaksud, data dapat dikumpulkan dan dari tiga sumber, yaitu guru, peserta didik, dan pengamat luar.


D.  STRATEGI MANAJEMEN KELAS YANG EFEKTIF
            Mengelola kelas terbagi menjadi 2 jenis keterampilan :
1.      Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal.
a.       Menunjukkan Sikap Tangkap
            Menggambarkan tingkah laku guryu yang tampak pada siswa, bahwa guru sadar dan tanggap terhadap perhatian keterlibatan, masalah dan ketidak acuan mereka. Dengan adanya sikap ini siswa merasa guru hadir ditengah mereka. Kesan ketanggapan ini dengan cara :
1)      Memandang Secara Saksama
      Memungkinkan guru meliput keterlibatan siswa dalam tugas dikelas serta menunjukkan kesiapan guru untuk memberi respon baik terhadap kelompok maupun individu.
2)      Memberikan Pernyataan
      Hal ini terkomunikasi kepada siswa melalui pernyataan guru bahwa ia telah siap untuk memulai kegiatan belajar serta siap memberi respon terhadap kebutuhan siswa. Hal yang harus dihindari adalah menunjukkan dominasi guru dengan pernyataan atau komentar yang mengandung ancaman.
Contoh : “Saya menunggu sampai kalian diam”.
3)      Gerak Mendekati
      Hal ini menunjukkan kesiapan, minat dan perhatian kepada siswa. Hal ini membantu siswa yang menghadapi kesulitan belajar, mengalami frustasi atau sedang marah. Gerak yang mendekati hendaknya dilakukan dengan wajar, bukan menakuti atau maksud lain.
4)      Memberikan Reaksi Terhadap Gangguan Dan Ketakacuan Siswa
      Dengan adanya teguran menandakan adanya guru bersama siswa. Teguran harus diberikan pada saat yang tepat serta dialamatkan pada sasaran yang tepat.

b.      Membagi Perhatian
            Pengelolaan kelas yang efektif terjadi apabila guru membagi perhatian kepada beberapa kegiatan yang berlangsung dalam waktu yang sama. Hal ini dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :


1)      Visual
      Hal ini mennjukkan perhatian terhadap sekelompok siswa atau individu namun tidak kehilangan keterlibatannya dengan kelompok siswa atau individu.
      Keterampilan ini digunakan untuk memonitor kegiatan kelompok atau individu, mengadakan koreksi kegiatan siswa, memberi komentar atau memberi reaksi terhadap siswa yang mengganggu.
2)      Verbal
      Guru dapat memberikan komentar terhadap aktivitas seseorang yang dilihat atau dilaporkan oleh siswa lain. Penggunaan teknik visual maupun verbal menunjukkan bahwa guru menguasai kelas.
3)      Memusatkan Perhatian
      Keterlibatan siswa dalam KBM dapat dipertahankan apabila dari waktu kewaktu guru mampu memusatkan kelompok terhadap tugas-tugas yang dilaksanakan. Hal ini dengan cara:
a.       Menyiagakan Siswa
            Menciptakaan suasana yang menarik sebelum guru menyampaikan pertanyaan atau topik pelajarannya. Misalnya: “coba anak-anak, semuanya memperhatikan dengan teliti gambar ini untuk membedakan daerah mana yang subur dan daerah mana yang tanahnya gersang.
b.      Menuntut Tanggung Jawab Siswa
            Komunikasi yang jelas dari guru mengenai tugas siswa merupakan hal yang sangat penting dalam mempertahankan pusat perhatian siswa seperti: meminta untuk diperagakan hasil pekerjaan tugas.

c.       Memberikan Petunjuk yang Jelas
            Petunjuk yang diberikan harus bersifat langsung, dengan bahasa yang jelas dan tidak membingungkan serta dengan tuntutan yang wajar dapat dipenuhi oleh siswa.
d.      Menegur
            Tidak semua tingkah laku yang mengganggukelompok, siswa dalam kelas dapat dicegah atau dihindari dengan baik, sehingga guru harus melakukan teguran secara verbal atau memperingatkan siswa. Teguran itu efektif jika:
1)      Tegas dan jelas tertuju kepada siswa yang mengganggu.
2)      Menghindari peringatan yang kasar dan menyakitkn serta  mengandung penghinaan.
3)      Menghindari ocehan atau ejekan guru atau yang berkepanjangan.
4)      Guru dan siswa lebih baik mengadakan kesepakatan sehingga penyimpangan yang terjadi hanya sifatnya mengingatkan. Seperti: “suharto ingat”

e.       Memberi Penguatan
            Komponen ini digunakan untuk mengatasi siswa yang tidak mau terlibat dalam kegiatan pembelajaran atau mengganggu temannya, yaitu dengan cara:
1)      Guru dapat memberikan penguatan kepada siswa yang menggaggu yaitu dengan jalan “menangkapnya” ketika dia melakukan tingkah laku yang wajar dan berusaha “menangkapnya” ketika dia melakukan tingkah yang tidak wajar dan berusaha “menangkapnya” ketika dia melakukan tindakan yang tidak wajar dengan tujuan perbuatan yang wajar tadi dapat terulang.
2)      Guru dapat memberikan berbagai komponen penguatan kepada siswa yang bertingkah laku yang wajar kepada siswa yang lain untuk menjadi teladan.


2.      Ketrampilan Yang Berhubungan Dengan Kondisi Belajar Optimal Setelah  Mendapat Gangguan
      Ketrampilan ini berhubungan dengan tanggapan guru terhadap gangguan anak didik yang berkelanjutan dengan maksud guru dapat mengadakan-tindakan remedial untuk mengembalikan tindakan optimal.
      Apabila terdapat anak didik yang menimbulkan gangguan yang berulang-ulang walaupun guru telah mencoba memadamkan dengan tanggapan yang relevan tetap saja terjadi kembali, guru dapat meminta bantuan:
a.       Kepala Sekolah
b.      Konselor/BP
c.       Waka kesiswaan untuk membantu mengatasinya.

Bukanlah kesalahan profesional guru apabila tidak dapat menangani permasalahan anak didik dalam kelas berkenaan dengan itu guru dapat menggunakan seperangkat strategi untuk tindakan perbaikan terhadap tingkah anak didik yang terus menerus menimbulkan gangguan dan yang tidak mau terlibat dalam kegiatan di kelas.




Strategi yang efektif dan harus diperhatikan saat pengelolaan kelas:
1.      Memulai pelajaran tepat waktu
            Menata tempat duduk yang tepat dengan cara menyelaraskan antar format dan tujuan pengajaran, misalnya untuk pengajaran dengan menggunakan model diskusi, bangku siswa dibentuk setengah lingkaran.
2.      Mengatasi gangguan dari luar kelas
3.      Menetapkan aturan dan prosedur dengan jelas dan dapat dilaksanakan dengan konsisten
4.      Peralihan yang mulus antarsegmen pelajaran
5.      Siswa yang berbicara pada saat proses belajar mengajar berlangsung
6.      Pemberian pekerjaan rumah
7.      Mempertahankan momentum selama pelajaran
8.      Downtime, kelebihan waktu yang dimiliki oleh siswa pada saat melakukan tugas-tugas dalam proses belajar mengajar
9.      Mengakhiri pelajaran

Selain cara di atas, strategi pengelolan kelas yang efektif juga dapat dilakukan dengan beberapa teknik:
1.      Teknik mendekati
            Bila seorang siswa mulai bertingkah, satu teknik yang biasanya efektif yaitu teknik mendekatinya. Kehadiran guru bisa membuatnya takut, dan karena itu dapat menghentikannya dari perbuatan yang disruptif, tanpa perlu menegur andai kata siswa mulai menampakan kecenderungan berbuat nakal, memindahkan tempat duduknya ke meja guru dapat berefek preventif.


2.      Teknik memberikan isyarat
            Apabila siswa berbuat penakalan kecil, guru dapat memberikan isyarat bahwa ia sedang diawasi isyarat tersebut dapat berupa petikan jari, pandangan tajam, atau lambaian tangan.
3.      Teknik mengadakan humor
            Jika insiden itu kecil, setidaknya guru memandang efek saja, dengan melihatnya secara humoristis, guru akan dapat mempertahankan suasana baik, serta memberikan peringatan kepada si pelanggar bahwa ia tahu tentang apa yang akan terjadi.
4.      Teknik tidak mengacuhkan
            Untuk menerapkan  cara ini guru harus lues dan tidak perlu menghukum setiap pelanggaran yang diketahuinya. Dalam kasus-kasus tertentu, tidak mengacuhkan kenakalan justru dapat membawa siswa untuk di perhatikan.
5.      Teknik yang keras
            Guru dapat menggunakan teknik-teknik yang keras apabila ia di hadapkan pada perilaku disruptif yang jelas tidak terkendalikan. Contohnya mengeluarkannya dalam kelas.
6.      Teknik mengadakan diskusi secara terbuka
            Bila kenakalan di kelas mulai bertambah, sering guru menjadi heran. ia lalu menilai kembali tindakan dan pengajarannya. untuk menjelaskan perbuatan-perbuaatan siswa-siswanya. Dan menciptakan suasana belajar yang sedikit lebih sesuai daripada sebelumnya.
7.      Teknik memberikan penjelasan tentang prosedur
            Kadang-kadang masalah kedisiplinan ada hubungannya yang langsung dengan ketidakmampuan siswa melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya. Kesulitan ini terjadi apbila guru berasumsi bahwa siswa memiliki keterampilan, padahal sebenarnya tidak. masalah yang hampir sama yaitu masalah-masalah perilaku yang lazimnya berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang tidak biasa dikelas.
a.       Mengadakan analisis
      Kadang-kadang terjadi hampir terus menerus berbuat kenakalan, guru dapat mengetahui masalah yang akan di hadapinya dan mengurangi keresahan siswanya.
b.      Mengadakan perubahan kegiatan
      Apabila gangguan dikelas meningkat jumlahnya, tindakan yang harus segera di ambil yaitu mengubah apa yang sedang anda lakukan. Jika biasanya diskusi, maka ubahlah dengan memberikan ringkasan-ringkasan untuk dibaca atau menyuruh mereka membaca buku-buku pilihan mereka.

8.      Teknik menghimbau
            Kadang-kadang guru sering mengatakan, “harap tenang”. Ucapan tersebut adakalanya membawa hasil, siswa memperhatikannya. Tetapi apabila himbauan sering digunakan mereka cenderung untuk tidak menggubrisnya. Hal-hal yang harus di hindari :
a.       Campur tangan yang berlebihan
      Seperti guru menyela kegiatan yang asik berlangsung dengan komen atau petunjuk mendadak, maka kegiatan siswa akan terganggu atau terputus. Kesan guru tidak memperhatikan kebutuhan siswa, hanya memuaskan dirinya saja.

b.      Kelenyapan
      Terjadi jika guru gagal secara tepat melengkapi suatu intruksi penjelasan atau petunjuk, komentar. Kemudian menghentikan penjelasan atau sajian tanpa alas an yang jelas dan membiarkan pikiran anak mengawang-awang.
c.       Ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan
      Terjadi jika guru memulai suatu aktivitas tanpa mengakhiri aktivitas sebelumnya.
d.      Penyimpangan
      Terjadi jika dalam kegiatan PBM guru terlalu asik dengan kegiatan tertentu seperti sibuk dengan tempat duduk yang tidak rapi atau cerita sesuatu yang tidak ada hubungan dengan materi terlalu jauh, sehingga kelancaran kegiatan di kelas terganggu.
e.       Bertele-tele
Terjadi jika pembicaraan guru bersifat :
1)      Mengulang-ulangi hal-hal tertentu
2)      Memperpanjang pelajaran atau penjelasan
3)      Mengubah teguran menjadi ocehan yang panjang
Hal ini merupakan hambatan kemajuan pelajaran atau aktivitas kelas. Siswa pada umumnya mencatat sebagai hal yang membosankan dan tidak mau terlibat dalam kegiatan di kelas.

f.       Pengulangan penjelasan yang tidak perlu
      Guru memberi petunjuk yang berulang-ulang secara tidak perlu membagi kelas dalam memberikan petunjuk atau secara terpisah memberi petunjuk ke setiap kelompok yang sebelumnya dapat diberikan secara bersama-sama kepada seluruh kelompok sekali saja di depan kelas.










DAFTAR PUSTAKA
Syaiful, Bahri, Djamarah. 2000. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi       Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Maman, Rachman. 1998. Manajemen Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan        dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1982. Buku II: Modul Pengelolaan       Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat       Jenderal Pendidikan Tinggi, Proyek Pengembangan Institusi Pendidikan      Tinggi.

Rachman, Maman. 1998. Manajemen Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan        dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Majid, Abdul. 2005. Perencanaan pembelajaran. Bandung: Rosda Karya.

Popi, Sopiatin. 2010. Manajemen Belajar Berbasis Kepuasan Siswa. Cilegon:         Ghalia Indonesia.










Tugas 14

Tugas 14: Membina hubungan sekolah dengan masyarakat dalam disiplin kelas A.     Konsep Dasar Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat ...