Senin, 29 Juli 2019

Manajeman Pembelajaran

TUGAS
MANAJEMEN KELAS DI SD
tentang :
“Manajemen Pembelajaran”


Oleh :
ANISA RAMADANI
(1620134)

DOSEN PEBIMBING:
YESSI RIFMASARI, M. Pd





SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP ADZKIA PADANG
2019














KATA PENGANTAR

          Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan kita berbagai nikamat, dan kesehatan. Sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas “ Manajeme Pembelajaran”. Dan tidak lupa pula  penulis ucapkan kepada Nabi besar kita yakni Nabi Muhammad SAW yang telah membawa umat islam dari jenjang kekafiran hingga kejenjang keislaman seperti yang kita rasakan pada saat sekarang ini. Dan penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua semua pihak yang telah membatu dan mensuport untuk pembuatan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, besar harapan penulis untuk saran dan kritikan yang membangun dari pembaca dan dosen pembimbing demi kesempurnaan makalah ini. Atas saran dan kritikan yang diberikan, penulis ucapkan terima kasih.





Padang, April 2019



Penulis






DAFTAR ISI

DAFTAR ISI........................................................................................
KATA PENGANTAR ......................................................................
DAFTAR ISI .....................................................................................

BAB I PENDAHULUAN....................................................................
A. Latar Belakang .........................................................................
B. Rumusan Masalah ....................................................................
C. Tujuan Penulisan  ....................................................................

BAB II PEMBAHASAN....................................................................
A. Konsep menajeman pembelajaran ....................................
B. Tujuan menajeman pembelajaran .....................................
C. Kebijakan tentang menajeman pembelajaran ..............
D. Peran guru dalam menajeman pembelajaran ................
E. Kode etik guru .......................................................................

BAB III PENUTUP ..........................................................................
A. KESIMPULAN .........................................................................
SARAN .........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA....................................................................












BAB I
PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG
          Manajemen Pembelajaran adalah segala usaha pengaturan proses belajar mengajar, dalam rangka tercapinya proses belajar mengar yang efektif dan efisien. pada dasarnya manajemen pembelajaran merupakan pengaturan semua kegiatan pembelajaran, baik kegiatan pembelajaran yang dikategirikan dalam kurikulum init dan penunjang .
dalam manajemen pembelajaran yang bertindak sebagai manjer adalah guru atau pendidik. Dengan demikian, pendidik memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk melakukan beberapa langkah kegiatan manajemen yang meliputi merencanakan pembelajaran, mengorganisasikan pembelajaran, mengendalikan serta mengevaluasi pembelajara yang dilakukan.
          Pada hakikatnya manajemen pembelajaran merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran dan pendidikan. Sehingga dalam manajemen pembelajaranpun memiliki beberapa kegiatam dan hal pemtig untuk diperhatikan. Beberapa bagian terpenting dalam manajemen pembelajaran tersebut yaitu penciptaan lingkungan belajar dan meningatkan kedisplinan peserta didik.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan konsep manajemen pembelajaran?
2. Apa tujuan manajemen pembelajaran?
3. Bagaimana kebijakan tentang manajemen pembelajaran?
4. Bagaimana peran guru dalam manejemen pembelajaran?
5. Apa kode etik guru?

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui konsep manajemen pembelajaran
2. Untuk mengetahui tujuan manajemen pembelajaran
3. Untuk mengetahui kebijakan tentang manajemen pembelajaran
4. Untuk mengetahui peran guru dalam manejemen pembelajaran
5. Untuk mengetahui kode etik guru
















BAB II
PEMBAHASAN


A. Konsep Manajemen Pembelajaran
          Proses pembelajaran sangat terkait dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. Antara komponen yang satu dengan komponen lainnya memiliki hubungan yang bersifat sistematik, maksudnya masingmasing komponen memiliki peranan sendiri-sendiri tetapi memiliki hubungan yang saling terkait. Masing-masing komponen dalam proses pembelajaran perlu dikelola secara baik. Tujuannya agar masing-masing komponen tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal ini akan terwujud, jika guru sebagai desainer pembelajaran memiliki kompetensi manajemen pembelajaran.  Di dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia yang dikutip oleh Suharsimi Arikunto mengungkapkan bahwa manajemenadalah penyelenggaraan atau pengurusan agar sesuatu yang dikelola dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien1. Manajemen juga diartikan sebagai proses merencana, mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien2. Jadi, manajemen merupakan serangkaian proses yang dilaksanakan dalam sebuah kegiatan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan diharapkan. Banyak ahli yang memberikan definisi tentang manajemen yang dikutip oleh Dayat dalam Jurnal tentang pengantar teori Manajemen, diantaranya:
Harold Koontz & O’ Donnel dalam bukunya yang berjudul “Principles of Management” mengemukakan, “manajemen adalah berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain”.
George R. Terry dalam buku dengan judul “Principles of Management” memberikan definisi: “manajemen adalah suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya”.
G.R. Terri, manajemen diartikan sebagai proses yang khas yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan dan usaha mencapai sasaransasaran dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
James A. F. Stoner, manajemen diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan upaya (usahausaha) anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Oei Liang Lie, manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan sumber daya manusia dan alam, terutama sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan

          Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas, maka manajemen dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan, agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Disamping itu, manajemen bertugas memadukan sumber-sumber pendidikan secara keseluruhan dan mengontrol/mengawas agar tepat dengan tujuan pendidikan yang melibatkan fungsi-fungsi pokok manajemen.
Menurut Gagne sebagaimana yang dikemukakan oleh Margaret E. Bell Gredler bahwa istilah pembelajarandapat diartikan sebagai “ seperangkat acara peristiwa eksternal yang dirancang untuk mendukung terjadinya proses belajar yang sifatnya internal “. Pengertian ini mengisyaratkan bahwa pembelajaran merupakan proses yang sengaja direncanakan dan dirancang sedemikian rupa dalam rangka memberikan bantuan bagi terjadinya proses belajar.  Pendapat semakna dengan definisi diatas dikemukakan oleh J. Drost yang menyatakan bahwa pembelajaran merupakan usaha yang dilakukan untuk menjadikan orang lain belajar. Sedangkan Mulkan memahami pembelajaran sebagai suatu aktivitas guna menciptakan kreatifitas peserta didik.4 Berdasarkan berbagai pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang di usahakan dalam rangka agar orang dapat melakukan aktivitas belajar dengan harapan mewujudkan tujuan pembelajaran. Setelah mengetahui masing-masing pengertian dari manajemen dan pembelajaran, selanjutnya manajemen pembelajaran artinya yaitu suatu usaha untuk mengelola sumber daya yang digunakan dalam pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.Manajemen pembelajaran juga merupakan suatu usaha dan kegiatan yang meliputi pengaturan seperangkat program pengalaman belajar yang disusun untuk mengembangkan kemampuan peserta didik sesuai dengan tujuan organisasi atau sekolah.
Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pembelajaran adalah proses pengelolaan dalam kegiatan belajar mengajar yang dimulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian dan penilaian dalamrangka mencapai tujuan pendidikan. Manajemen pembelajaran memiliki arti penting dalam sebuah proses pendidikan., dimana dengan adanya manajemen dalam sebuah proses pembelajaran diharapkan tujuan pembelajaran akan terpenuhi, sehingga langkah-langkah dalam proses pembelajaran yang dimulai dari perencanaan hingga evaluasi mampu mewujudkan pencapaian tujuan pembelajaran pada umumnya dan efektivitas belajar bagi peserta didik pada khususnya. Karena dengan manajemen pembelajaran yang baik tentunya juga akan berdampak pada kegiatan pembelajaran yang terarah dan mampu menciptakan kondisi pembelajaran yang optimal.


B. Tujuan Manajemen Pembelajaran
          Tujuan manajemen pendidikan erat sekali dengan tujuan pendidikan secara umum, karen manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal. Apabila dikaitkan dengan pengertian manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat mencapai tujuan. Adapun tujuan pendidikan nasional yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
          Tujuan pokok mempelajari manajemen pembelajaran adalah untuk memperoleh cara, teknik dan metode yang sebaik-baiknya dilakukan, sehingga sumber-sumber yang sangat terbatas seperti tenaga, dana, fasilitas, material maupun spiritual guna mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
Nanang Fattah berpendapat bahwa:
          Tujuan ini tidak tunggal bahkan jamak atau rangkap, seperti peningkatan mutu pendidikan/lulusanya, keuntungan/profit yang tinggi, pemenuhan kesempatan kerja membangun daera/nasional, tanggung jawab sosial. Tujuan-tujuan ini ditentukan berdasarkan penataan dan pengkajian terhadap situasi dan kondisi organisasi, seperti kekuatan dan kelemahan, peluang dan ancaman.

           Secara rinci tujuan manajemen pendidikan antara lain:
1. Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM).
2. Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
3. Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
4. Terbekalinya tenaga pendidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi pendidikan.
5. Teratasinya masalah mutu pendidikan


C. Kebijakan tentang Manajemen Pembelajaran
          Anjuran-anjuran dan saran-saran dalam menerapkan manajemen pembelajaran menyatakan sebuah asumsi bahwa guru dan para siswa berfungsi sebagai sebuah unit yang relatif kecil dan mandiri. Para guru harus secara mandiri menciptakan sebuah lingkungan pembelajaran dan harus secara mandiri pula menyelesaikan masalah apapun yang mungkin muncul. Meskipun demikian, beberapa ahli pendidikan telah menciptakan sistem-sistem pembelajaran yang sangat baik dengan mengkoordinasikan pengaruhpengaruh yang diciptakan oleh para guru dan siswa. Sistem Pembelajaran lain yang digunakan dalam manajemen pembelajaran tersebut ada dua, yaitu:
 1) Sistem Pembelajaran Pribadi Sistem Pembelajaran Pribadi (SIP) juga disebut dengan perencanaan Keller, psikolog yang pertama kali memperkenalkannya sebagai metode kuliyah diberbagai universitas. Perencanaan Keller bergantung pada pembagian proses pembelajaran kedalam beberapa unit pelajaran, yang masingmasing akan dipelajari oleh siswa dan dimana mereka mendapatkan tes terhadap masing-masing unit pelajaran tersebut. Para siswa menjalani masing-masing unit dan tes pelajaran tersebut berdasarkan pada kemampuan mereka masing-masing. Kegagalan dalam mencapai sebuah standar prestasi yang dapat diterima tidak serta merta menjadi hukuman bagi para siswa, mengingat mereka berhak untuk kembali mendapatkan tes setelah mereka mengulangi pembelajaran mereka dan setelah mereka mendapatkan bantuan khusus menyangkut unit pelajaran tersebut. Perencanaan Keller memanfaatkan siswa-siswa yang sudah menguasai unit pelajarannya untuk membantu siswa-siswa lain dalam mengatasi berbagai masalah serta pertanyaan menyangkut unit pelajaran dan untuk memeriksa hasil ujian. Para asisten guru (murid) ini juga menganjurkan pembelajaran, baik secara langsung melalui penguat positif, maupun secara tidak langsung melalui keteladanan yang bisa dicontoh oleh siswa-siswa lain. Sistem Pembelajaran Pribadi (SIP) hanya akan berhasil dengan mengkombinasikan usaha-usaha dari semua individu dan analisa terhadap materi pelajaran
 2) Pembelajaran Sesuai kebutuhan Individu Pembelajaran Sesuai kebutuhan Individu (ISKI) terkadang juga disebut dengan pendidikan adaptif. ISKI bergantung pada upaya menganalisa sebuah kurikulum kedalam unit-unit atau tujuan-tujuan pembelajaranonal yang spesifik. Pendidikan adaptif ini dinyatakan dalam istilah teori perilaku sebagai sebuah implementasi yang mudah dan sebagai sebuah evaluasi yang jelas terhadap keberhasilan siswa.
          Para guru menggunakan aktifitas-aktifitas ISKI bagi para siswa sesuai dengan kebutuhan para siswa tersebut. Karenanya, siswa-siswa secara individu, tidak serta merta harus mengikuti beberapa pelajaran sebagaimana yang diharuskan dalam beberapa kurikulum. ISKI membutuhkan sejumlah besar perencanaan pembelajaranonal agar bisa bekerja lebih efektif.


D. Peran Guru dalam Manajemen Kelas
          Salah satu tugas guru sebagai pendidik di sekolah adalah sebagai menajer. Seorang guru harus mampu memimpin kelasnya agar tercipta pembelajaran yang optimal. Fasilitas dan kondisi kelas merupakan salah satu factor yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Menurut Padmono (2011, 23) fasilitas kelas (instrumental in put) berkaitan erat dengan terciptanya lingkungan belajar (environmental in put) kondusif sehingga murid dengan senang dan sukarela belajar. Penataan fasilitas dapat menjadi pendorong jika diorganisir secara baik. Di sinilah peran guru SD dapat terlihat, adapun peran guru dalam memenej kelas agar tercipta pembelajaran yang efektif sebagai berikut:
Peran guru dalam pengorganisasian kelas
          Organisasi kelas yang tepat akan mendorong terciptanya kondisi belajar yang kondusif. Pengorganisasian kelas ini pada dasarnya bersifat lokal, artinya organisasi kelas tergantung guru, kelas, murid, lingkungan kelas, besar ruangan, penerangan, suhu, dan sebagainya. Kita ketahui pada saat ini penataan kelas secara tradisional yang menempatkan satu meja guru berhadapan dengan meja kursi siswa. Kelas yang ditata secara tradisional tersebut menempatkan guru sebagai pusat kegiatan dan sentra perhatian murid tampak sebagai objek pengajaran bukan sebagai subjek yang belajar. Akibatnya aktivitas sebagian besar dilakukan guru sedang murid hanya pasif menerima.

1. Peran guru dalam pengaturan tempat duduk
          Penataan kelas sebagaimana diuraikan pada pengorganisasian kelas ditata fleksibel yang mudah diubah sesuai pembelajaran yang akan dikembangkan guru. Penataan tempat duduk dapat berbentuk:
Seating chart
         Penempatan murid dalam kelas dibuat suatu denah yang pada satu periode waktu tertentu dapat diubah sesuai tuntunan pembelajaran yang sedang dikembangkan oleh guru, sehingga perkembangan dan pertumbuhan murid tidak terganggu. Penataan tempat duduk yang didesain dalam chart dapat digambar sendiri oleh murid atau sekelompok murid secara bergilir, sehingga keterbatasan penataan tempat duduk secara tradisional ini dapat diminimalkan pengaruh buruknya. Penataan dan gambar desain dilaksanakan secara bergilir, sehingga setiap kelompok mempu menuangkan idenya dan mengembangkan iklim demokrasi di kelasnya, sehingga sikap menghargai pendapat orang lain dengan menghilangkan pandangan mereka sendiri.
a. Melingkar
Model duduk seperti ini dapat digunakan guru dalam pembelajaran diskusi kelompok, sehingga ada modifikasi untuk menghilangkan kejenuhan siswa.
b. Tapal kuda
Model ini sesuai untuk melaksanakan diskusi kelas yang dipimpin oleh guru atau ketua diskusi yang dipilih siswa. Diskusi kelas akan meningkatkan keberanian dibanding keberanian yang hanya muncul pada kelompok kecil.

2. Peran guru dalam pengaturan alat-alat pelajaran
          Alat-alat pelajaran dapat klasifikasikan menjadi beberapa kelompok, antara lain: Menurut kedudukannya; alat pelajaran dibedakan atas permanen dan tidak permanen. Permanen jika alat pelajaran tersebut diletakkan di kelas secara terus menerus, misalnya: listrik, papan tulis, dan sebagainya. Alat pelajaran tidak permanen atau yang bergerak (movable) yaitu alat pelajaran yang dapat dipindah, misalnya: kursi, OHP, mesin-mesin, peta, dan sebagainya. Menurut fungsinya;
a. alat untuk menulis; kapur, papan tulis, pensil, dan lain-lain;
b. alat-alat lukis; jangka, meter, segitiga, buku. Alat-alat pelajaran tersebut tidak perlu disimpan ditempat khusus, tetapi cukup diatur di dalam kelas, sehingga bila sewaktu-waktu digunakan akan cepat.

3. Peran guru dalam pemeliharaan keindahan ruangan kelas
          Motto yang menyatakan “bersih adalah sehat dan rapi adalah indah” merupakan hal yang tidak dapat dipungkiri. Setiap manusia memiliki cita rasa keindahan walaupun derajat keindahannya berbeda. Keindahan akan memberikan rasa nyaman dan membuat anak betah tinggal di tempat tersebut. Kelas yang diharapkan mengundang anak untuk betah berada di dalamnya hendaknya dijaga kebersihan dan keindahannya. Guru memiliki peran untuk mengorganisir siswanya agar dapat mendesain kelasnya menjadi kelas yang indah. Keindahan dapat dicapai dengan beberapa cara, yaitu:
a. menata ruangan menjadi rapi, misalnya; menata alat pelajaran sesuai kelompoknya, menata buku sesuai tinggi buku, tebal buku, dan kelompok buku, penataan alat pelajaran permanent yang sesuai dengan ruangan. Desain interior yang harmonis akan merangsang anak untuk tenggelam dalam suasana akademik (Immersion). Anak yang tenggelam dalam lautan ilmu pengetahuan akan mengalami pembelajaran secara alamiah, nyata, langsung, dan bermakna.
penataan meja guru, gambar-gambar merupakan factor pendukung tercapainya ruangan yang rapid an indah.

b. Cahaya, Ventilasi, Akustik dan Warna
Kelas yang terlalu terang atau terlalu gelap kurang mendukung pembelajaran. Anak SD berada pada tahap perkembangan yang menentukan, untuk itu menjaga kesehatan anak merupakan salah satu tugas managemen kelas oleh guru (Suharsimi Arikunto, 1989: 77). Kelas harus cukup memiliki ventilasi untuk pertukaran udara sehingga anak merasa sejuk dan nyaman tinggal di kelas. Guru sering kurang menyadari ruangan yang terang tetapi jendela tidak dibuka serta kurangnya ventilasi menjadikan suara guru bergema, akibatnya anak kurang mampu memusatkan perhatian pendengarannya pada suara guru, sebab terganggu oleh gema suara. Untuk itu disamping membuka jendela digunakan untuk pertukaran udara, maka juga berfungsi sebagai sarana untuk mengurangi gema. Warna disamping memiliki arti juga membawa kesan terhadap orang yang melihat. Dinding sekolah atau kelas berpengaruh terhadap siswa. Pemilihan warna sering tidak melibatkan guru apalagi murid, sehingga kadang guru sendiri tidak betah tinggal di kelasnya.

E. Klde Etik Guru
1. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila.
2. Guru memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing.
3. Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik, tetapi menghindari diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik.
5. Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan.
6. Guru secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan kerja maupun di dalam hubungan keseluruhan.
8. Guru secara bersama-sama memelihara, membina dan meningkatkan mutu organisasi guru profesional sebagai sarana pengabdiannya.
9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.











BAB III 
PENUTUP


A. KESIMPULAN
           Manajemen dapat diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan, agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Disamping itu, manajemen bertugas memadukan sumber-sumber pendidikan secara keseluruhan dan mengontrol/mengawas agar tepat dengan tujuan pendidikan yang melibatkan fungsi-fungsi pokok manajemen.
          Tujuan manajemen pendidikan erat sekali dengan tujuan pendidikan secara umum, karen manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal. Apabila dikaitkan dengan pengertian manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat mencapai tujuan.

B. SARAN
           Semoga dengan tersusunnya makalah ini dapat menambah ilmu bagi pembacanya, meskipun kami menyadari bahwa pembuatan makalah ini masih banyak kekurangannya. Untuk itu kami mohon maaf dan mengharapkan saran dari pembaca.













DAFTAR PUSTAKA


Abdurrahman. (1994). Pengelolaan Pengajaran. Ujungpandang: Bintang Selatan.

Arikunto, S. (1989). Managemen Pengajaran Secara Manusiawi. Jakarta: Rineka Cipta.

Padmono, Y. (2011). Manajemen Kelas. Salatiga: Widyasari.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

Satori, D. (2008). Profesi Keguruan. Jakarta: Universitas Terbuka.

Undang-undang RI No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 tahun 2003.

Wibowo, T. (2012). Peran Guru dalam Pengelolaan Kelas (http://matadunia13.blogspot.com/2012/03/peran-guru-dalam-pengelolaan-kelas_15.html.teguh). Diakses pada 10 Juni 2012.


24 komentar:

  1. Makasih kak, materinya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. Sangat membantu kak, terimakasih 🙏

    BalasHapus
  3. Waaah sangat menarik materi kakak, semoga bisa diterapkan nanti ilmunya ya kak😇

    BalasHapus
  4. Sangat bermanfaat kak 👍🏻👍🏻

    BalasHapus
  5. Terima kasih, sanggat bermanfaat

    BalasHapus
  6. terimakasih. sangat membantu sekali

    BalasHapus
  7. Terimakasih, blog ini sangat membantu

    BalasHapus
  8. Materinya baguus...terimakasih.. 🤩

    BalasHapus
  9. Materinya bagus, brmnfaat sekali. Trimakasih🙏

    BalasHapus
  10. Isi sangat lengkap tp penggunaan rata tepi tidak d gunakan

    BalasHapus
  11. Bagus ya materinya....
    Sangat membantu 😍

    BalasHapus
  12. Materinya bagus bisa membantu terimakasih

    BalasHapus
  13. Dalam mengetik dibagian E ada sedikit kesalahan saat mengetik kata "Kode" yang diketik malah "Klede" dan selebihnya sudah bagus. Hanya saja ada sedikit kesalahan 🙏

    BalasHapus
  14. materinya bagus kak.. sangat membantu

    BalasHapus
  15. Sangat bermanfaat materinya 👍😊

    BalasHapus
  16. Sangat rapi dan enak dilihat materinya

    BalasHapus

Tugas 14

Tugas 14: Membina hubungan sekolah dengan masyarakat dalam disiplin kelas A.     Konsep Dasar Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat ...